Bupati yang Pernah Dilaporkan Menculik Anak

Kisah di bawah ini satu dari sekian cerita bagaimana Bupati Sinjai, Andi Rudiyanto Asapa ketika mendapati masyarakat Sinjai khususnya anak-anak usia sekolah yang ditemuinya di pematang sawah. Rupanya, inilah caranya untuk memastikan bahwa masyarakat Sinjai yang dipimpinnya benar-benar mendapatkan pendidikan. Karena baginya pendidikan adalah sebuah keniscayaan anak-anak Sinjai. Bahkan suatu ketika, Bupati dua periode ini pernah dilaporkan ke Polisi telah menculik anak yang tengah ada di sawah.

3garudana10Terbiasa bersentuhan dan mendengar nurani masyarakat kecil sejak memimpin LBH Makassar, ketika menjadi pejabat Negara Andi Rudiyanto Asapa tak canggung ‘blusukan’ (baca: keluar masuk) turun ke desa-desa. Suatu hari Rudi –sapaan akrabnya– yang tengah penat menghadapi tumpukan berkas di mejanya, keluar kantor dan berkeliling kampung sendirian.

Di tengah perjalanan Rudi melihat seorang anak usia sekolah sedang bekerja di sawah. Rudiyanto tersentak melihat anak pada jam sekolah, harus berada di sawah. Rudiyanto lalu menghentikan laju kendaraanya dan menghampiri bocah tersebut. Ketika ditanya kenapa tidak sekolah, anak tersebut hanya menjawab, “Tidak ada biaya Puang,” katanya.

Rudi melihat anak tersebut punya keinginan untuk sekolah, karena itu Rudi kemudian mengajak anak itu masuk ke mobilnya. Rudi kemudian membawa anak itu ke Sekolah dan berbicara dengan kepala sekolahnya, meminta untuk anak tersebut sekolah dan ikut belajar hari itu juga. “Tidak pakai seragam, tidak pakai sepatu, pintar itu tidak ditentukan oleh sepatu dan baju,” ungkap Rudi.

Selepas kejadian tersebut, siangnya Rudi mendapat telepon dari kepolisian yang menanyakan padanya tentang penculikan seorang anak di sawah. Orang tua anak tersebut melapor anaknya dibawa oleh seseorang ke dalam mobilnya dan tak kunjung kembali. Dan ada seorang yang melihat dan mengenali mobil tersebut sebagai mobil bupati Sinjai. Mendengar pertanyaan itu, Rudi tertawa dan menjelaskan bahwa anak itu ada di sekolah, sedang ikut belajar.

Bukan sekali itu saja Rudi membawa anak-anak ke sekolah. Tapi memang baru sekali itu ia dilaporkan ke polisi. Karena bagi Rudi, pendidikan adalah keniscayaan untuk anak Indonesia. “Tidak boleh ada anak yang tidak sekolah dengan alasan apapun juga, dan tidak boleh ada pungutan apa-apa.” jelasnya.

“Ini kan sudah jadi amanah undang-undang, dan ini sudah menjadi kewajiban pemerintah,” tandasnya.

Menjadi Bupati Sinjai selama dua periode, pengacara lulusan salah satu universitas terbaik di dunia ini memang menggarap serius bidang pendidikan. “Pemerintah harus bekerja untuk masa depan yang lebih baik. Untuk anak-anak kita yang nantinya akan memanggul bangsa ini,” pungkas Rudi. (ALI)

tulisan ini pernah diunggah di akun Facebook atasnama Peace Brown

This entry was posted in Jejak Langkah, Kisah Nyata, Profil, Rekam Media and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s