Gerak Langkah Andi Rudiyanto Asapa dalam Ajang Pilgub Sulsel 2013

Tak dipungkiri memang beginilah kebiasaan pemimpin yang satu ini. Ia kerap ‘blusukan’ (baca: keluar masuk) menelusuri lorong dari kampung satu ke kampung yang lainnya. Dari kolong rumah ke kolong rumah lainnya hanya sekadar untuk memastikan kondisi masyarakat yang dipimpinnya, apakah sudah hidup layak atau belum.

Setidaknya, tulisan yang diturunkan portal berita Rakyat Sulsel ini adalah gambaran sosok Andi Rudiyanto Asapa sebagai calon Gubernur Sulsel nomor urut 3 yang memang tampil apa adanya. Berikut laporannya:

Mengikuti Road Show Calon Gubernur Sulsel

MESKI memiliki kekayaan berlebih dibanding dua kandidat lainnya, Ilham Arief Sirajuddin dan Syahrul Yasin Limpo, kanddiat Gubernur Sulsel nomor urut 3, Andi Rudiyanto Asapa kerap tampil sederhana dan merakyat saat melakukan road show atau sosialisasi. Hal ini bukan semata pencitraan, sebab sejak menjadi Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar,  dia dikenal dengan gaya kesederhanaannya.

3garudana9Kedua kakinya sangat jarang berbalut sepatu kulit mengkilat. Baju kotak-kotak yang digunakan pun jenis dan kualitas sama dengan baju kotak-kotak yang dibagikan kepada masyarakat. Ditambah lagi, sikap santainya terhadap aturan formal, namun tetap menjunjung tinggi etika sesama. Jauh dari aturan protokoler yang dilakoni Rudi sebagai bupati pada umumnya.

Sewaktu mengunjungi Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Sambung Jawa, Makassar baru-baru ini. Dia duduk di sebuah warung es kelapa, tak jauh dari lokasi acara tujuannya. Hal itu di luar dari jadwal yang diagendakan.

“Singgah maki dulu deh, bagus siang-siang begini minum es kelapa, janganmi terlalu formal,” katanya sambil menawarkan kepada tim pemenangan. Tim pun tampak bersemangat akan tawaran ini.

Di Makassar, agenda sosialisasi dengan konsep keluar masuk lorong-lorong di Makassar, Rudi yang berpasangan dengan Andi Nawir Pasinringi (Garuda-Na) dan diusung 19 partai ini juga mengunjungi Kelurahan Kujung Mae, Kelurahan Bonto Rannu, Kelurahan  Maccini Sombal, dan Kelurahan Jongaya.

“Tiap hari Pak Rudi melakukan sosialisasi, yaitu dengan konsep sederhana dengan tidak memobilisasi massa dan mengundang keributan. Di Makassar Pak Rudi keluar masuk lorong tempat tinggal warga. Warga selalu kaget karena ada calon gubernur yang rela masuk di lorong mereka,” beber Nasrullah Mustamin, Juru Bicara Garuda-Na.

Pada kesempatan itu, Rudi meyakinkan masyarakat bahwa tidak memberi janji yang muluk-muluk. Namun penekanannya pada layanan publik, baik kesehatan dan pendidikan gratis itu bisa nyata, dan mencapai 100 persen. Bagaimana dengan agenda sosialisasi Garuda-Na di daerah? Tak berbeda dengan di Makassar yang menelusuri lorong. Road show Garuda-Na di daerah juga dilakukan dengan sederhana.

Awal pekan ini di Kabupaten Pinrang, Rudi jalan melewati pematang-pematang sawah di kabupaten berjuluk Lasinrang ini. Hal ini diakuinya, agar bisa mendapatkan ‘feelnya’ masyarakat petani.

“Bukan hanya untuk masuk ke pedalaman, dan melakukan sosilalisasi. Namun agar feelnya lebih terasa dengan masyarakat petani,” ungkap isteri Rudi, dr Hj Felicitas Tellu Lembang Rudiyanto Asapa.

Rudi dan tim yang masuk ke area persawahan yang luas. dengan melewati pematang sawah. Sesekali tim Garuda-Na beristirahat jika terdapat pondok-pondok kecil tempat para petani rehat. Sensasi yang luar biasa saat melewati persawahan di kiri-kanan jalan. Jalan setapak yang sangat sempit dan kadang tak terlihat itu membuat Rudi dan tim terlihat ekstra hati-hati untuk bisa menuju ke pemukiman warga dengan melewati pematang-pematang sawah. Terlihat para petani yang kebetulan bekerja di sawah kaget kemudian berlarian pulang untuk menyiapakan diri bertemu calon gubernur.

Kunjungan Garuda-Na di Pinrang ini mendapat apresiasi yang luar biasa. Itu ditunjukkan antusiasme mayarakat yang mayoritas berprofesi sebagai petani, rela meninggalkan pekerjaannya di sawah demi bertemu dan bersalaman dengan pasangan Garuda-Na.

“Kami kaget Pak Rudi rela mengunjungi pemukiman kami. Sangat jarang ada pejabat atau orang besar yang datang di pemukiman kami, apalagi melewati pematang sawah yang becek dan licin,” ungkap Ahmad, salah seorang petani. (RS11)

Sumber Berita : Rakyat Sulsel

Sumber Foto : Garuda-Na

This entry was posted in Jejak Langkah, Kisah Nyata, Pilgub Sulsel, Rekam Media and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s