Adnan Buyung Nasution: Andi Rudiyanto Asapa adalah Advokat Pejuang dan Politisi Berintegritas

Saya mengenal Andi Rudiyanto Asapa sejak lama, sekitar 30 tahun yang lalu. Pada masa itu Rudi –demikian saya biasa memanggilnya— adalah aktivis dan Pengacara Publik di LBH Makassar. Sosok Rudi muda sudah cukup menonjol di Sulawesi Selatan, sehingga ia dipercaya untuk menahkodai LBH Makassar selama dua periode.

Demikian pengantar Prof. DR Adnan Buyung Nasution, Advokat Senior, Pendiri Yayasan LBHI yang tertuang dalam buku Advokat Jadi Birokrat, Jejak Langkah Andi Rudiyanto Asapa, karya wartawan senior Buhanuddin Bella.

Dalam pengantarnya itu, Professor Hukum Tata Negara di Melbourne Law School, University of Melbourne, Australia itu menuturkan sepak terjang Andi Rudiyanto Asapa sebagai seorang advokat pejuang LBH Makassar dan kini menjadi birokrat. Berikut paparannya:

Para era 1980-an, Rudi dan LBH Makassar adalah ujung tombak dalam pembelaan hak-hak rakyat kecil, khususnya di Sulawesi Selatan. Di masa itu kasus pembebasan lahan dengan dalih pembangunan marak terjadi, dan korbannya adalah rakyat yang tanahnya “dirampas” dengan semena-mena tanpa konpensasi yang layak. Dalam suatu kondisi ketika birokrasi, aparat keamanan dan sistem peradilan kita sangat kotor dan korup, rakyat menggangtungkan harapannya untuk mencari keadilan pada Rudi dan LBH Makassar.

Sepak terjang Rudi dan LBH Makassar dalam melakukan pembelaan pada rakyat keciul itu kerap “memusingkan” aparat dan pemerintah daerah. Rudi sebagai advokat pejuang memimpin LBH Makassar untuk selalu tampil paling depan memperjuangkan keadilan tanpa gentar dan tak kenal kompromi.

Di masa-masa itu, komunikasi antara saya dengan Rudi berlangsung secara intensif, baik lewat pertemuan langsung maupun melalui telepon. Rudi kerap meminta advis berkaitan dengan strategi pembelaan kasus-kasus yang ditangani LBH Makassar. Saya juga terus mengikuti perkembangan Rudi dan LBH Makassar melalui pemberitaan di media massa. Komentar-komentarnya cukup tajam dan kritikannya pada penguasa juga keras. Tidak heran di masa itu bahkan sempat muncul julukan untuknya sebagai “Pengacara Vokal dari Timur”.

Rudi juga merupakan pribadi yang bersahaja. Pilihannya untuk bergabung di LBH adalah bukti bahwa ia tidak mementingkan materi di atas segalanya. Ia tidak silau dengan harta dan mampu menahan diri terhadap godaan-godaan materiil dari penguasa ataupun pengusaha. Rudi juga pribadi yang mandiri. Saya masih ingat masa-masa sulit ketika LBH mengalami kesulitan pendanaan, Rudi tidak pernah mengeluhkan keterlambatan atau kekurangan budget dari YLBHI. Rudi dan LBH Makassar bahkan berusaha menutupi kekurangan pendanaan itu secara swadaya, merogoh kocek dari kantong pribadi untuk mengongkosi biaya perjalanan klien-klien LBH dari pelosok Sulawesi.

Usai menunaikan tugas di LBH Makassar, Rudi mulai berkarir sebagai pengacara professional. Meskipun sudah menangani kasus-kasus profit, ia tak lalu berubah. Semangat pembelaannya terhadap rakyat kecil pun tak luntur. Rudi masih tetap mau menangani kasus-kasus pro bono. Hal ini saya buktikan sendiri dalam suatu kesempatan bertandang ke kantor hukumnya di Makassar. Saya dipersilahkan menunggu sampai Rudi selesai berkonsultasi dengan salah seorang kliennya yang ternyata datang dari salah satu kabupaten yang jauh jaraknya dari kota Makassar.

Ketika mendengar keputusannya untuk maju ke kancah politik praktis, saya sempat mempertanyakan pilihannya itu. Saya sama sekali tidak memiliki keraguan mengenai visi-misi dan kemampuan politiknya, namun saya justru memiliki kekhawatiran jika lingkungan dan pergaulan di politik praktis akan mengubah pribadinya. Ketika memperoleh kabar bahwa Rudi akhirnya terpilih menjadi Bupati Sinjai, di satu sisi saya bahagia dan bangga, namun di sisi lain saya masih tetap menyimpan kekhawatiran.

Seiring waktu, ketika Rudi mulai bisa membuktikan bahwa ia mampu menjadi pejabat yang berintegritas dan merakyat, kekhawatiran saya itu mulai sirna.

Saya menilai Rudi berhasil menjalankan pembangunan di Kabupaten Sinjai. Hal ini juga dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang telah diraihnya. Saya juga patut mengapresiasi gaya kepemimpinan Rudi yang senantiasa menyerap aspirasi rakyatnya dan memprioritaskan pelayanan publik. Tidak heran rakyat Sinjai pun begitu mencintainya, sehingga Rudi terpilih kembali untuk masa jabatan berikutnya.

Saat ini Rudi dipandang oleh berbagai kalangan sebagai kandidat potensial untuk menduduki jabatan Gubernur Sulawesi Selatan.

Jabatan ini adalah tanggungjawab yang lebih besar sekaligus kesempatan yang sangat baik untuk memberdayakan rakyat Sulawesi Selatan. Di tengah-tengah situasi dan kondisi politik kita saat ini, terutama ketika pemimpin yang berintegritas dan professional semakin sulit dicari, maka saya sangat yakin sosok Andi Rudiyanto Asapa adalah harapan kita bersama khususnya bagi rakyat Sulawesi Selatan.

* Catatan: Tulisan ini dikutip dari buku ADVOKAT JADI BIROKRAT Jejak Langkah Andi Rudiyanto Asapa yang ditulis oleh wartawan senior Burhanuddin Bella.

This entry was posted in Kisah Nyata, Pandangan, Pilgub Sulsel and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s