[Jejak 18] Internet Gratis dari Kantor Kominfo

Ruang Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sinjai, berbeda dengan ruang kantor dinas lainnya. Pintu ruang di kantor ini dibuka hingga malam hari. Masyarakat dipersilakan datang, bebas memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan.

Sebuah ruangan dengan sejumlah komputer disiapkan untuk masyarakat. Semua komputer terkoneksi internet. Warga yang ingin berselancar atau mencari informasi di dunia maya boleh memanfaatkan fasilitas ini. Bebas, tak ada beban biaya laiknya warnet (warung internet). Masyarakat menyebutnya warnet gratis.

Bagi warga yang berdiam jauh dari Kota Makassar, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan, teknologi semacam internet boleh dikata masih menjadi sesuatu yang wah. Sinjai-Makassar
berjarak kurang lebih 200 km. Masyarakat kabupaten ini mayoritas petani, masih banyak di antaranya yang belum mengenal internet.

Rudiyanto menyadari itu. Sama sadarnya ia bagaimana internet tidak sebatas memperpendek jarak antarnegara dan benua, tapi juga menyediakan beragam informasi. Sebongkah pengetahuan bisa diperoleh dari situ. Dari internet pula segudang ilmu bisa digali.

Sudah menjadi kebiasaan Rudiyanto mendatangi tempattempat pelayanan masyarakat di wilayahnya tanpa terjadwal. Ia bisa muncul tiba-tiba tanpa pemberitahuan lebih dulu. Tidak jarang ia datang tanpa pengawalan. Sering kali kehadirannya di luar jam kantor, ketika semua karyawan sudah berada di rumah masing-masing.

Sekali tempo, Rudiyanto mampir di Kantor Kominfo. Masuk ke ruang internet, dia menemukan semua komputer yang tersedia telah terpakai. Anak-anak berusia remaja yang sudah menanggalkan seragam sekolah memenuhi ruang itu. Mereka memanfaatkan fasilitas komputer yang ada di dalam ruangan.

Rudiyanto mendekati mereka. Beberapa di antaranya ia sapa. Dalam pembicaraan itu, dia menyarankan agar mereka menggunakan layanan gratis ini sebagai sarana pembelajaran. Dia juga berpesan agar anak-anak itu mengajak teman-teman mereka yang lain memanfaatkan fasilitas ini dengan sebaiknya. Semakin banyak semakin baik.

“Suruh temanmu datang,” ucapnya.

Lalu, apa yang ingin dicapai dengan menyediakan layanan internet gratis untuk masyarakat, terbuka hingga malam hari di luar jam kantor?

“Saya tidak mau masyarakat Sinjai gagap teknologi, supaya mereka tidak bisa dibohongi,” ujarnya memberi alasan, pada sebuah kesempatan.

Jawaban itu terkesan normatif. Hakekatnya memang sudah begitu. Akan tetapi khakekat tersebut diwujudkan dalam kenyataan, diputuskan dalam bentuk kebijakan.

* Catatan: Tulisan ini dikutip dari buku ADVOKAT JADI BIROKRAT Jejak Langkah Andi Rudiyanto Asapa yang ditulis oleh wartawan senior Burhanuddin Bella.

This entry was posted in Jejak Langkah, Kisah Nyata and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to [Jejak 18] Internet Gratis dari Kantor Kominfo

  1. Mursalim calim says:

    Assalamu alaikum wr wbSy salut dgn beliau,selama ini sy hanya melihat di media eloctro,namun sy melihat secara lansung dgn mata kepala sy klau, di pikir seorang calon gubernur tdk mungkin mendatangi kampun yg ada di pangkep,namun beliau menyisikan waktunya u/bersilaturahmi dg warga bone2 beliau begitu sederhana bicaranya muda di serap oleh masyarakat apa yg di ungkapkan yg terjadi di masyarakat saat ini, beliau begitu berani ia tdk takut pd siapapun kalau meman kebenaran itu ada pd dirinya inilah sesosok pemimpin yg kami cari yg selalu berpihat pd rakyat kecil seperti kami muda-mudahan beliau selalu dalam lindungan yang maha kuasa,supaya ia dapat menjalangkan amana rakya sekian dan trima kasih assalamu alaikum wr wb

    • kotaklover says:

      Wa’alaikumsalamwarahmatullahiwabarakatuh…kami atas nama keluarga besar Andi Rudiyanto Asapa menghaturkan terimakasih atas perhatian dan dukungannya selama ini, semoga beliau bisa memimpin Sulsel yang lebih baik yakni terdepan, mandiri dan mapan. Semoga.

  2. Peace Brown says:

    As.Sebenannya masih banyak cerita yang sangat mengharukan…mudah2an tidak lupa di muat wkt kebakaran disalah satu pasar disinjai..beliau yg nyopir mobil pemadam yg kebetulan wkt itu msh kurang tenaga pemandam kebakarannya.dan membantu warga memadamkan api.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s