[Jejak 17] Suara Masyarakat dari Radio Suara Bersatu

Andi Rudiyanto Asapa punya cara melibatkan masyarakat, baik saat rapat-rapat bersama staf dan para kepala dinas, maupun dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Dengan keterlibatan itu, masyarakat bisa mendengar langsung pembicaraan dalam ruangan rapat. Warga pun diberi kesempatan menyampaikan saran, pandangan, atau juga keluhan.

Keterlibatan masyarakat, tentu tidak dengan mengajak beramairamai datang menyesaki ruang pertemuan. Warga dilibatkan melalui siaran radio. Masyarakat bisa menyetel siaran Radio Suara Bersatu, radio milik Pemerintah Daerah Kabupaten Sinjai untuk mengikuti pembicaraan didalam rapat.

Laiknya rapat-rapat di DPR yang biasanya ditayangkan melalui layar televisi secara live, melalui siaran radio itulah pembicaraan di dalam rapat bisa didengar masyarakat. Bedanya, rapat-rapat wakil rakyat di Senayan tidak melibatkan partisipasi masyarakat. Penonton televisi hanya pasif, tak ubahnya menonton sinetron: terkadang tegang, kerap kali ada canda.

Rapat-rapat yang disiarkan melalui radio di Sinjai menjadi ruang publik. Warga tak hanya sebatas mendengar pembicaraan, tetapi juga diberi kesempatan berpartisipasi. Masyarakat bisa menyampaikan keluhan atau saran melalui telepon atas masalah yang tengah dibahas.

Suara masyarakat yang berpartisipasi terdengar melalui siaran radio. Warga lainnya bisa mendengar. Pertanyaan langsung dijawab. Pertanyaan yang menyangkut kebijakan segera
direspon oleh bupati, pertanyaan soal teknis diserahkan kepada kepala dinas terkait yang menjawabnya.

Transparansi menjadi kata kunci. Kebijakan dengan melibatkan masyarakat dalam pembicaraan menyangkut kepentingan rakyat digelar apa adanya. Warga punya hak mengetahui apa yang akan dilakukan pemerintah untuk kepentingan mereka.

Dengan kebijakan itu, masyarakat mudah melakukan kontrol. Warga bisa ikut meluruskan arah pembangunan yang akan dituju bila ada kecenderungan berbelok ke jalan lain. Mereka pun bisa menjadi pengawas atas pelaksanaan pembangunan. Begitulah cara Andi Rudiyanto Asapa dalam memimpin pemerintahan di Kabupaten Sinjai.

* Catatan: Tulisan ini dikutip dari buku ADVOKAT JADI BIROKRAT Jejak Langkah Andi Rudiyanto Asapa yang ditulis oleh wartawan senior Burhanuddin Bella.

This entry was posted in Jejak Langkah, Kisah Nyata and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s