Andi Rudiyanto Asapa – Bersama Membangun Bangsa

Cengkeh, kakao, kopi, vanili, lada, dan beberapa hasil perkebunan lainnya sudah lama jadi landmark Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Daerahnya yang bergunung-gunung dengan cuaca yang senantiasa dingin memungkinkan ditumbuhi tanaman kebun, seperti cengkeh, kopi, kakao, vanili, dan lada. Tanaman ini pula yang sejak sekian lama menopang perekonomian masyarakat. Tidak sedikit dari mereka yang kaya raya dari hasil kebun ini.

Sinjai hingga kini masih lebih dikenal sebagai wilayah agraris yang mengunggulkan hasil pertanian tanaman pangan dan perkebunan. Daerah perairan di Sinjai terdapat di Kecamatan Sinjai Timur dan sebagian Sinjai Utara yang letaknya berbatasan dengan Teluk Bone.

Selain tanaman perkebunan, hasil pertanian tanaman pangan seperti padi, palawija, dan hortikultura juga menjadi komoditas utama. Bahkan, hingga kini masih menjadi andalan Kabupaten Sinjai dalam gerak ekonomi sehari-hari.

Potensi perikanan di Sinjai, terutama perikanan laut dan tambak air payau. Produksi tiap tahun bisa dikatakan ber-saing dengan daerah lain di Sulsel. Dengan produksi sekitar 22.300 ton, produksi perikanan laut Sinjai berada di bawah Kabupaten Mamuju, Bone, Takalar, dan Luwu.

Potensi kedua terbesar setelah kebun di kabupaten berlambang kuda ini adalah ikan. Perairan Sinjai adalah perairan yang kaya akan beragam ikan. Dari ikan tuna, kerapu, kakap, lobster, hingga teripang, dengan mudah bisa diperoleh di perairan sekitar Sinjai, terutama di Pulau Sembilan. Bahkan, pada musim timur antara Oktober hingga Maret, sejumlah besar nelayan dari berbagai kabupaten tetangga Sinjai datang ke Pulau Sembilan, ikut menangkap ikan.

Tak heran, di era otonomi ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sinjai berupaya membuat potensi yang dimiliki agar memberikan nilai tambah. Untuk perkebunan, misalnya, pemerintah terus mendampingi dan membimbing masyarakat agar terus memaksimalkan hasil kebun. Ini di antaranya dengan mengusahakan fermentasi pada tanaman kakao, pengeringan yang baik pada tanaman kopi, vanili, cengkeh, dan lada. Ini agar harganya bisa lebih kompetitif, terutama di pasar internasional, mengingat semua adalah komoditas ekspor.

Sementara untuk perikanan, Pemkab Sinjai mengupayakan kerja sama ekspor ikan. Tidak tanggung-tanggung, ekspor yang dilakukan adalah ikan kerapu hidup. Negara tujuannya antara lain Singapura dan Hongkong.

Dengan demikian, meski Sinjai masih dikenal sebagai wilayah agraris, bukan mustahil suatu saat juga menjadi wilayah bahari. Masalah-masalah yang masih terjadi seperti hama penyakit yang menurunkan kualitas produksi perikanan, kerusakan lingkungan perairan, maupun rendahnya sumber daya manusia dan teknologi yang digunakan adalah pekerjaan rumah bagi pemerintah setempat dan penduduk. Peningkatan infrastruktur juga menjadi tantangan berikutnya.

Terobosan dan Inovasi

Sejatinya, Rudiyanto bukan berangkat dari latar belakang birokrat. Tapi sebelum menjadi bupati Sinjai, Juli 2003, lulusan Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini memang sudah kerap berhubungan dengan masyarakat, tak terkecuali kaum marginal. Dia lebih dikenal sebagai pengacara dan pernah menjabat Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar. Pengalaman di Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dirasakan menjadi bekal yang amat berharga dalam menata program ketika dipercayakan menjabat bupati Sinjai. “Tiga bulan pertama orientasi lapangan. Setelah tahu ‘penyakitnya’, baru dibedah,’’ tuturnya.

Tak sampai enam bulan, hampir semua desa-desa terpencil di wilayahnya sudah dia masuki. Tidak jarang, kunjungan itu membuat masyarakat terharu karena hal serupa tak pernah dirasakan sebelumnya. “Sampai-sampai ada yang menyambut dengan cara adat.”

Rudyanto membuat program dengan memprioritaskan pada tiga pilar pokok: agama, kesehatan, dan pendidikan. Dengan tiga pilar ini, dibentuk forum bersama untuk memberantas KKN (kolusi, kurupsi, dan nepotisme). Melibatkan Bawasda, Kepolisian, dan Kejaksaan, forum membentuk dua komisi: investigasi dan penyelesaian masalah. Forum ini, katanya, sudah berhasil mengembalikan lebih dari 50 persen penyimpangan yang dilaporkan BPKP bernilai hampir Rp 2 miliar.

Mengapa tiga pilar pokok yang menjadi perhatian? Rudiyanto menuturkan, dengan mengamalkan ajaran agama, bisa membuat mental masyarakat jadi baik sehingga dapat mencegah upaya penyimpangan. Karena itulah Pemerintah Kabupaten (Pembkab) Sinjai telah membantu proses pembangunan mesjid, pemberian santunan dan penghargaan kepada imam masjid teladan 1 dan para guru mengaji teladan 1 dan penjaga kubur 1 untuk menunaikan ibadah haji  ke tanah suci secara gratis dan umroh bagi imam mesjid teladan 2 guru mengaji teladan 2 dan penjaga kubur teladan 2.

Pilar ke dua adalah pendidikan, dimana pemerintah kabupaten sinjai sejak tahun 2003 telah membebaskan biaya sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA. Di bidang Kesehatan yang di kenal adalah program jamkesda dimana setiap anggota keluarga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dengan hanya membayar premi 10 ribu per bulan mulai  tingkat pustu, puskesmas sampai rawat inap di rumah Sakit umum Sinjai.

Rudi menyampaikan, untuk program penanggulangan kemiskinan Pemkab Sinjai telah membebaskan biaya penerbitan akte kelahiran, kartu keluarga, dan kartu tanda penduduk (KTP) bagi seluruh warga miskin.

“Seluruh warga miskin di Sinjai juga berhak atas pelayanan kesehatan gratis serta pendidikan gratis,” tegas Andi.

Rumah aspirasi

Di luar kesibukannya sebagai bupati, medio tahun lalu ia dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Provinsi Sulawesi Selatan. Rudi bertekad mendudukkan kader Gerindra satu fraksi di tingkat provinsi dan enam legislator di pusat pada Pemilu 2014 mendatang. Beban ini diakuinya sangat berat. “Karena itu saya butuh dukungan semua kader Gerindra di Sulawesi Selatan,” tegasnya di sela-sela pelantikan.

Beragam terobosan untuk mengantarkan Gerindra ke puncak telah direncanakan. Salah satu langkah yang menjadi prioritas memperkuat struktur Partai Gerindra. Dengan bertekad membentuk pengurus hingga tingkat ranting.

Bukan hanya itu, semua tingkatan pengurus diupayakan memiliki kantor sendiri. “Kantor-kantor tersebut, termasuk kantor DPD akan dijadikan sebagai rumah aspirasi yang menampung berbagai persoalan rakyat. Aspirasi itu diteruskan oleh legislator di daerah bersangkutan,” tegas suami dari dr Felicitas Tallulembang ini.

Lulusan Unhas ini dikenal sebagai sosok yang tak segan-segan turun ke bawah mengadakan kunjungan ke pelosok desa untuk mengetahui beragam persoalan yang dihadapi masyarakat atau sekadar menyapa penduduk di wilayahnya. Sejak awal kepemimpinannya di Sinjai, dia sudah membebaskan biaya pendidikan, juga program kesehatan gratis.

Gayung bersambut, program mengutamakan kepentingan rakyat yang dijalankan di Sinjai ternyata selarah dengan visi misi Partai Gerindra. Prabowo Subianto, pendiri yang juga Ketua Dewan Pembina Partai memuji langkah Rudi. Salah satunya, gerakan minum susu yang ditetapkan di daerah itu.

“Di negara-negara maju, program itu dilakukan untuk membentuk generasi muda yang kuat dan cerdas,” ujar Prabowo saat melantik Rudi sebagai Ketua DPD Gerindra Sulsel beberapa waktu lalu.

Selain sibuk menjabat sebagai bupati sekaligus Ketua DPD Partai Gerindra Sulsel, ayah dua anak ini masih kerap menjadi narasumber di berbagai kesempatan, baik tingkat lokal maupun nasional. Tak heran bila beragam penghargaan, baik dari pemerintah daerah maupun pusat telah diraihnya. Penghargaan tersebut tak hanya dalam kapasitasnya sebagai kepala pemerintahan, tapi juga sebagai politisi yang sarat prestasi.

*Catatan: Tulisan ini ditulis oleh Umi Tjende dan telah dimuat di Majalah GARUDA, edisi 2/Februari 2011.

This entry was posted in Profil, Rekam Media and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s