Andi Nawir Pasinringi – Besar di Desa, Rajin ke Sawah Bertemu Petani

Di balik status sosial yang disandangnya, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Nawir Pasinringi tetaplah seorang figur yang sederhana. Kendati pernah menjabat bupati Pinrang selama dua periode, Nawir yang juga kandidat wakil gubernur Sulsel ini mengaku tetaplah seorang warga biasa yang akrab dengan desa dan sawah.

Politikus Partai Demokrat ini mengaku hingga saat ini masih sering turun ke sawah untuk bercengkerama dengan petani. Menyandang predikat sebagai wakil rakyat, tidak membuat pasangan Andi Rudiyanto Asapa di Pemilihan Gubernur Sulsel 2013 ini canggung bergelut dengan tanaman padi dan lumpur. Kesan kesederhanaan Nawir ini juga terlihat saat SINDO berbincang dengan pria kelahiran Pinrang 17 Agustus 1949 itu di rumah kerabatnya di Komplek RS Faisal, Makassar akhir pekan lalu.

Nawir tak ubahnya warga masyarakat biasa yang sesekali bersenda gurau dengan menggunakan bahasa Bugis. “Saya ini orang dari desa. Jadi, ya, sehari-harinya biasa ke sawah. Saya juga sering memancing ikan di empang bersama teman. Itu hobi saya. Meskipun sempat menjadi bupati, saya sering meluangkan waktu ke sawah dan empang,” papar Nawir.

Dia bahkan seringkali berkeliling sawah sekadar membantu warga yang sedang bekerja. “Kalau saya ke sawah, biasanya lama, bisa dua hingga tiga jam. Berkeliling sawah sudah menjadi hal yang biasa karena saya memang berasal dari desa,” ujar Nawir tertawa.

Dia mengaku tidak bisa melepaskan dirinya dengan hal-hal yang berbau pertanian. Untuk itu, dia selalu berupaya membantu kebutuhan petani, terutama saat dia menjabat bupati Pinrang.

Itu dilakukan sebagai rasa terima kasih sekaligus wujud pengabdian pada bidang yang sudah membesarkannya dari sekadar seorang anak desa hingga menjadi pejabat berpengaruh di Sulsel. Nawir sempat bernostalgia ketika dia menjabat sebagai bupati Pinrang dua periode. Saat itu sebagian besar waktunya digunakan di lapangan, termasuk berdiskusi dengan para petani sekaligus mendengarkan apa yang menjadi kebutuhannya.

Dia kemudian, memperjuangkan keinginan para petani dan membantu mereka melalui anggaran. Selain itu, petani juga dibantu traktor untuk mempermudah menggarap sawah mereka.

 ● RAHMI DJAFAR Makassar

Sumber:SINDO

This entry was posted in Profil, Rekam Media and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s