[Jejak 7] Ada Tumor di Lidah Azizah

Suatu hari Rudiyanto menghadiri pelantikan Kepala Desa Sauh Tengah di Kecamatan Sinjai Tengah. Seperti biasa, seusai acara pelantikan masyarakat berjejer ingin bersalaman. Rudiyanto mengapresiasi keinginan itu. Ia mengulurkan tangan, satu demi satu disalaminya.

Usai menyalami semua penduduk yang hadir, ia naik ke mobil. Seremoni pelantikan kepala desa usai. Ia bersiap-siap kembali meneruskan perjalanan, kembali ke kota Sinjai.

Di sepanjang jalan yang dilalui, masyarakat sudah berdiri di tepi jalan. Mereka melambaikan tangan ke arah kendaraan bupati yang lewat. Melihat antusias masyarakat, ia membuka jendela kaca mobil. Dari jendela yang mengeluarkan tangan, membalas lambaian masyarakat.

Tiba-tiba pandangannya tertuju ke seorang anak kecil – belakangan diketahui bernama Azizah. Anak itu sedang digendong ibunya. Ibu-anak ini berada di antara penduduk yang berdiri di tepi jalan. Melihat ada keanehan di wajah anak itu, Rudiyanto minta kendaraan dihentikan.

Ia bergegas turun dari mobil. Rudiyanto menghampiri anak yang masih berada di gendongan ibunya itu. Ditatapnya dalam-dalam wajah belia berusia lima tahun itu. Lidah Azizah terus menjulur dari mulutnya yang mungil. Berbeda dengan dengan anak kebanyakan, lidah Azizah lebih besar karena membengkak.

Rudiyanto mengambil alih anak itu dari gendongan ibunya. Azizah digendongnya. Ia kemudian meminta sang ibu menceritakan riwayat penyakit yang diderita gadis kecil malang itu.

“Magai iye — kenapa ini anak?” tanyanya dalam bahasa Bugis.

 “Kata orang, tumor ki, Puang.”

Ia mengulangi ucapan orang-orang yang pernah diutarakan kepadanya.

Ibu muda itu tidak paham betul jenis penyakit yang disebutnya. Yang ia ketahui dari warga yang pernah menemuinya, jenis penyakit ini susah diobati. Biaya pengobatannya pun tidak sedikit. Kenyataan itulah yang membuat ia tak membawa si kecil berobat ke rumah sakit. Dibiarkannya Azizah bertahan menjalani kehidupan bersama sel tumor dalam tubuhnya yang terus membesar. Jangankan ke rumah sakit yang hanya ada di kota kabupaten, ke Puskesmas di desa saja ia tak mampu. Ketiadaan biaya, meski sebatas untuk ongkos transpor, tak ia miliki.

Mendengar pengakuan polos perempuan itu, Rudiyanto angkat bicara. Ia segera memerintahkan kepala desa mengantar si bocah penderita tumor itu ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kota Sinjai.

“Kalau tidak bisa ditangani di rumah sakit, langsung bawa ke Makassar,” ucapnya.

Setengah membungkukkan badan, kepala desa tanggap sembari berucap, “Iye, Puang.”

Ternyata benar, rumah sakit di kota kabupaten belum bisa melakukan tindakan operasi untuk jenis penyakit ini. Azizah akhirnya dibawa ke Makassar, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan.

Bagaimana dengan biaya pengobatan? Andai penanganan pengobatan tetap dilakukan di RSUD Sinjai, hampir tak ada masalah. Bagi masyarakat Sinjai, pengobatan di rumah sakit ini tidak dikenakan beban biaya. Gratis. Biaya ditanggung program Jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah).

Pengobatan rumah sakit di Makassar, mau tidak mau, perlu ongkos. Rudiyanto tak ambil peduli. Dia ingin anak itu diselamatkan dari gangguan sel tumor yang tumbuh di dalam tubuhnya. Karena dana APBD tidak mencukupi, sebagian dari biaya pengobatan ia rogoh dari kocek pribadi.

Setelah menjalani dua kali operasi, tak ada lagi sel tumor di tubuh Azizah. Anak itu dinyatakan sembuh. Kesembuhan bocah itu disambut suka cita masyarakat di desanya. Sebagai wujud rasa terima kasih, setiap bulan Ramadhan masyarakat mengundang Rudiyanto berkunjung ke desa itu.

* Catatan: Tulisan ini dikutip dari buku ADVOKAT JADI BIROKRAT Jejak Langkah Andi Rudiyanto Asapa yang ditulis oleh wartawan senior Burhanuddin Bella.

This entry was posted in Jejak Langkah, Kisah Nyata and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s